Mengusir Sifat Posesif dalam Diri, Bagaimana Caranya?

Suara Wanita – Sesuatu yang berlebihan tidaklah baik bagi diri kita. Begitu juga dalam hal asmara. Tak ada orang yang suka memiliki kekasih yang posesif.

Karena itu, ada baiknya untuk mencoba mengurangi sifat posesif dari diri kita. Pasalnya, selain cuma menyiksa diri sendiri, sikap posesif juga sangat berpotensi membuat kita ditinggalkan oleh orang yang kita cintai.

Nah, biar gak bingung harus mulai darimana, yuk kita mulai pelajari tips-tipsnya:

Percayalah kepada kekasih

Apa gunanya menjalin hubungan jika tidak didasari dengan rasa saling percaya. Kalau ia memang benar-benar sayang, tentu sebisa mungkin dirinya akan menjaga kepercayaan yang telah disepakati.

Jadi, berhentilah untuk mengkhawatirkan dirinya setiap waktu. Biarkan dia bersosialisasi dengan teman-temannya dan melakukan kegiatan yang dia suka.

Terkadang, kita mungkin ingin mengetahui apa yang sedang dia lakukan. Tanyalah secukupnya, hindari menuduhkan prasangka-prasangka buruk yang cuma akan membuat kamu bertengkar dengannya.

Catat semua ketakutan yang memicu sifat posesif

Coba tuliskan daftar ketakutan yang memicu munculnya sifat posesif dalam diri kita. Lalu ingat berapa kali ketakutan itu tidak terbukti. Ingat betapa menyesalnya kita saat hatinya terluka lantaran semua tuduhan, amarah, dan ketakutan-ketakutan tidak berdasar yang kita ucapkan.

Simpan semua jawaban yang pernah ia lontarkan sebagai obat penawar saat kegelisahan itu datang lagi. Biasakanlah untuk selalu mempunyai pemikiran positif, supaya tak mudah gelisah saat sedang berjauhan dengannya.

Ubah Posesif menjadi Prestasi

Berhentilah jadikan dia ‘pusat semesta’

Sebagian orang posesif menjadikan kekasihnya sebagai ‘pusat semesta’. Tak jarang dari mereka yang kemudian tidak memiliki kehidupan sendiri lantaran selalu ingin berada di dekat kekasihnya.

Sebelum kebiasaan ini berubah menjadi ketergantungan, cobalah untuk memperhatikan diri sendiri. Mulailah dengan mengulik kembali hobi lama, menghubungi teman-teman yang sempat lost contact gara-gara sibuk berpacaran, dan lain sebagainya.

Melakukan hal ini di tengah kerinduan yang teramat besar terhadap sang kekasih memang tidak mudah. Namun, jangan menyerah. Biarkan itu menjadi kebiasaan yang nantinya akan sangat menolong untuk tidak terlalu bergantung kepada sang kekasih.

Intinya, kita boleh menjadikan dia salah satu prioritas utama, tapi jangan pernah lupa juga untuk menyayangi diri kita sendiri.

Fokuslah mengejar masa depan

Jangan sia-siakan waktu untuk meratapi ketakutan yang belum terjadi. Lebih baik buat ia bangga dengan segala prestasi kita. Karena semakin tinggi prestasi kita, maka akan semakin besar rasa percaya diri kita.

Jika masih duduk di bangku kuliah, maka belajarlah sebaik mungkin. Jika sudah bekerja, maka kejarlah karier setinggi-tingginya.

Sadarilah betapa luasnya dunia ini

Terakhir, tak ada salahnya untuk menghadapi semua ketakutan yang menyiksa kita selama ini. Coba bayangkan jika suatu saat kalian berpisah. Lalu buatlah list tentang solusi-solusi positif yang bisa diambil saat itu terjadi.

Jika kita sudah bisa berdamai dengan ketakutan kita, maka sifat posesif akan berkurang dengan sendirinya. Cinta yang dirasakan pun lebih tulus.

Nah, bagaimana? Sudah gak gelisah lagi kan mikirin si dia? Semoga kita semua jadi pribadi yang tangguh ya guys. Jangan lupa beritahu kami di kolom komentar kalau kalian punya solusi lainnya atau cerita-cerita seru tentang posesif.