Musuh yang Jauh Lebih Kuat dari Superman

Suara Wanita – Ada sebuah momen mengharukan ketika Clark Kent sang Superman, duduk bersama dua wanita pejuang kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

Berbagai pertanyaan terkait efek dari kemoterapi bertubi-tubi diajukan Clark. Termasuk tentang bagaimana proses ini akan mempengaruhi fisik dan mental pasiennya.

Dalam adegan itu, kita bisa melihat mata sendu Clark yang dipenuhi oleh rasa takut. Siapa sangka jika kekuatan super yang dimilikinya pada akhirnya menemukan musuh yang tak akan bisa ia kalahkan. Yaitu kanker yang sedang menyerang istrinya, Lois Lane.

Itu kenapa, jika ditanya siapa sosok yang paling kuat di jagat Superman, jawabannya mungkin adalah Lois Lane. Karena ia mampu bertarung dengan masalah terbesarnya, tanpa bantuan kekuatan Superman.

Memang, sejak awal serial Superman & Lois tampil cukup dominan di antara serial superhero produksi saluran The CW lainnya. Penulis naskahnya nampak tahu betul bagaimana menghadirkan sajian pahlawan super dengan sisi humanis yang kental, sehingga tak hanya sekadar jadi tontonan numpang lewat belaka.

Di musim pertama contohnya. Kita diperlihatkan bagaimana Clark Kent harus kehilangan pekerjaannya, dan terpaksa memboyong istri dan dua anaknya ke kampung halamannya di Smallville.

Clark akhirnya memilih menjadi bapak rumah tangga mengurus dua anaknya, sementara Lois fokus bertugas mencari nafkah dengan meneruskan profesinya sebagai seorang wartawan.

Ini menarik, karena sebenarnya dengan kekuatan yang dimilikinya, Clark bisa saja menjadi miliarder dengan berbuat sedikit kotor.

Namun, di sinilah sisi humanis itu diperlihatkan, di mana ada kode moral yang dipegang teguh Clark sejak tumbuh bersama manusia di bumi. Dan itu yang coba ia turunkan kepada kedua anaknya, yang salah satunya mulai mewarisi kekuatan super miliknya.

Kisah yang menarik bukan?

Sebenarnya, penonjolan sisi drama di serial Superman & Lois adalah sebuah keputusan pintar, mengingat belakangan film maupun serial superhero sudah terlalu berlimpah, yang pada akhirnya menjadi boomerang dan menghasilkan superhero fatigue, sebuah istilah yang bisa diartikan sebagai kemuakan penggemar terhadap genre itu.

Meski banyak yang belum mau mengamini istilah ini, superhero fatigue sebenarnya sudah mulai berdampak pada pendapatan film-film superhero yang dirilis beberapa waktu terakhir ini.

Yang paling berat baru saja dialami oleh instalasi terbaru DC, Shazam Fury of Gods, yang hanya mampu bertahan sebulan di bioskop dan gagal balik modal dengan pendapatan sebesar USD 128,5 juta.

Namun, sisi drama yang terlalu dominan juga akan berdampak kurang bagus apabila sajian utamanya pada akhirnya malah terpinggirkan. Dan ini sempat terlihat di beberapa episode, di mana Superman dan perjuangannya menghadapi ancaman penjahat hanya terasa seperti sub plot, kalah oleh cerita Lois dan kankernya, serta kehidupan percintaan anak-anaknya yang saat ini sudah beranjak remaja.

Beruntung, para penulis naskahnya sepertinya segera menyadari resiko itu, dan mulai memperbaiki porsinya. Semua upaya itu terasa kian membaik dengan gebar gembor kedatangan penjahat ikonik, Lex Luthor, yang akan segera muncul di beberapa episode mendatang.

Superman & Lois dibintangi oleh Tyler Hoechlin sebagai Clark Kent dan Bitsie Tulloch sebagai Lois Lane.