5 Kebiasaan Sehat yang Justru Bikin Gemuk

Suara Wanita – Saat mencoba menurunkan berat badan, melakukan kebiasaan sehat tentu jadi pilihan pertama. Beberapa hal yang akan kita lakukan adalah mengurangi lemak, minum lebih banyak air, dan makan lebih banyak buah.

Tapi, tahukah Anda bahwa sebenarnya ini bisa memiliki efek sebaliknya.

Nah, berikut beberapa kebiasaan ‘sehat’ yang justru bisa membuat Anda bertambah gemuk.

Menghilangkan Lemak Dari Menu Diet Anda
Siapa yang pernah memeriksa paket dan kemudian menolak pilihan makanan berdasarkan kandungan lemaknya?

Bagi banyak pelaku diet, lemak tampak seperti musuh utama. Namun, memilih produk rendah lemak bisa lebih merupakan bencana diet daripada memilih yang mengandung lemak dalam jumlah sedang.

Pertama, banyak makanan rendah lemak yang memakai gula untuk mengimbanginya, yang berarti bahwa makanan tersebut masih dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Banyak yang belum paham bahwa tidak semua lemak buruk bagi Anda.

Penelitian telah menemukan bahwa makan lemak tak jenuh tunggal yang baik seperti dalam buah zaitun, kacang-kacangan dan alpukat, sebenarnya dapat membantu menurunkan berat badan.

Minum Banyak Air
Minum banyak air baik untuk kesehatan Anda dan membantu tetap terhidrasi, berenergi serta menjaga organ dan sistem pencernaan dalam kondisi baik.

Tetapi, penelitian telah menunjukkan bahwa bahan kimia dalam air juga bisa membuat Anda gemuk.

Bahan kimia bisphenol A (BPA) dalam botol air plastik mendorong tubuh untuk membuat lebih banyak lemak.

Air minum kita juga dapat mengandung hormon estrogen, yang mempengaruhi cara tubuh kita menyimpan lemak.

Semakin kita terpapar bahan kimia ini, semakin sulit untuk menurunkan berat badan.

Para ahli menyarankan agar menyaring air atau menggunakan sistem pemurnian untuk membatasi bahan kimia yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kulit Mulai Berubah Di Usia 40-an?

Olahraga
Olahraga sangat penting untuk kesehatan yang baik dan ketika melakukannya dengan benar, memang dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Namun, banyak orang membuat kesalahan penting yang dapat menyebabkan mereka menambah berat badan dengan berolahraga.

Pertama, penelitian telah menemukan bahwa hanya mengandalkan olahraga untuk mengatur berat badan sebenarnya tidak efektif.

Penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga bila tidak dikombinasikan dengan perubahan pola makan, tidak banyak berpengaruh dalam menurunkan berat badan.

Melihat Sisi Terangnya Saja
Sementara orang yang impulsif dan optimis mungkin lebih bahagia daripada rekan mereka yang lebih cemas dan pesimis.

Menurut penelitian oleh Institut Nasional Amerika tentang Penuaan, impulsif adalah prediktor terkuat untuk mengalami kelebihan berat badan.

Selanjutnya, para peneliti dari Universitas Doshisha di Kyoto, Jepang mempelajari wanita dan pria gemuk yang mengikuti program penurunan berat badan selama enam bulan dan menemukan bahwa mereka yang berpikir lebih positif dan optimis dalam pandangan mereka justru penurunan berat badannya paling sedikit.

Diyakini bahwa kepositifan dapat menyebabkan kenaikan berat badan dengan menyebabkan orang yang optimis tidak cukup khawatir tentang berat badan mereka untuk menahan godaan makan.

Ngemil Buah
Buah tidak diragukan lagi bergizi, dikemas dengan vitamin, mineral, serat dan antioksidan. Namun, karena sifatnya yang sehat, banyak orang yang terlalu banyak mengonsumsinya.

Terlebih mengonsumsinya dengan mengubahnya menjadi jus dan smoothie, sehingga melupakan fakta bahwa banyak buah sudah tinggi kalori dan gula.

Meskipun buah itu sehat, ingatlah bahwa kalori tetaplah kalori, dan yang ada dalam buah bisa saja membuat kelebihan berat badan seperti yang ada di makanan lain.

Lebih lanjut, hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa fruktosa (gula yang ditemukan dalam buah) dapat membantu memicu makan berlebihan.

Karena setelah mengonsumsi fruktosa, otak tidak mencatat perasaan kenyang seperti saat kita mengonsumsinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.